Mengenal Festival Musim Gugur

Tuesday, 15 August 2017 | Thomas Law

Share:

Festival musim gugur atau zhong qiu jie ini merupakan salah satu fevtival yang cukup menarik dari kebudayaan Tionghua. Festival musim gugur atau sering dikenal sebagai festival kue bulan jatuh pada tanggal 15 bulan ke delapan penanggalan kalender Tionghua.

Festival Musim Gugur dimulai sekitar zaman Dinasti Xia dan Shang (2000-1600 SM). Pada Dinasti Zhou rakyat merayakan dengan cara memuja Bulan. Pada Dinasti Tang tradisi itu lebih jelas dan merakyat. Pada Dinasti Song Selatan (1127-1279 M), orang mulai mengirimkan kue bulan pada rekan dan famili sebagai simbol keutuhan keluarga. Pada malam hari mereka berjalan-jalan keluar dan mengunjungi tepi danau menikmati bulan.

Pada Dinasti Ming dan Dinasti Qing, tradisi ini menjadi lebih populer. Muncul beberapa kebiasaan seperti menanam pohon musim gugur, menyalahkan lentera dan Tari Naga. Tradisi yang paling utama yang sampai sekarang masih ada adalah bersama keluarga menikmati bulan perak sambil menikmati panganan serta arak.

Legenda yang cukup menarik pada tentang asal usul festival ini adalah legenda percintaan HouYi dan ChangE. Legenda Dewi Bulan, Chang E. Dikisahkan di bumi muncul sepuluh matahari. Houyi, sang pemanah diutus ke bumi bersama istrinya Chang E untuk memanah sembilan matahari. Ia kemudian menjadi pahlawan yang dielu-elukan oleh rakyat. Dewi khayangan turun dan memberikan obat panjang umur pada pasangan suami-istri itu. Karena terlampau dijunjung, Hou Yi akhirnya menjadi sombong. Istrinya menjadi sedih dan kemudian meneguk semua obat yang diberikan pada mereka. Akhirnya tubuhnya perlahan terangkat ke bulan dan menjadi Dewi Bulan.

Untuk mengenang istrinya, akhirnya masyarakat sekitar pun membuat kue berbentuk bulan sebagai perlambang rasa cinta HouYi kepadanya. Kebiasaan ini pun akhirnya menjadi ciri khas dari perayaan festival musim gugur ini.