Menikmati Momen Spesial dengan Tradisi Yum Cha

Tuesday, 15 August 2017 | Shella Dwimelita

Share:

Apakah yang menjadi kesibukkanmu? Adakah kamu luangkan waktu bersama orang-orang yang spesial? Mungkinkah jam makan pagimu menjadi special moment untukmu?

Tradisi “Yum Cha” yang berarti minum teh dalam bahasa Kanton sudah ada sejak 150 tahun lalu, masyarakat Kanton yang bermukim di Provinsi Guangdong (China), Hong Kong, dan Macau terbiasa melakukan yum cha di pagi hari saat akhir pekan.

Berkumpul bersama keluarga merupakan sebuah waktu yang berharga bahkan sulit ditemukan khususnya bagi sebagian orang karena kesibukkannya. Tradisi “Yum Cha” mengajak seluruh lapisan keluarga untuk makan di restoran dim sum untuk sekedar bercerita dan menikmati dim sum. Yum cha juga menjadi ritual pagi hari bagi para orang tua setelah berolahraga tai chi atau berjalan kaki. Ini meupakan bentuk dari interaksi sosial baik untuk membicarakan perihal bisnis ataupun sekedar fellowship.

Sebuah tradisi dapat membawa kebiasaan dan membentuk gaya hidup seseorang. Tradisi “Yum Cha” membawa sebuah kehangatan bagi mereka yang tergabung makan bersama didalamnya, ada sebuah kedekatan dan tali persaudaraan yang terjalin dengan dilakukannya tradisi ini.

Tradisi “Yum Cha” sudah dilakukan masyarakat Kanton selama 100-150 tahun terakhir. Walau bukan ditemukan masyarakat Kanton, namun merekalah yang mempopulerkan tradisi yum cha ke seluruh dunia. Tradisi ini makin dikenal pada awal abad ke-20, tepatnya di masa pemerintahan dinasti Qing. Restoran dim sum banyak bermunculan di sudut-sudut kota. Setiap restoran menyediakan ragam pilihan dim sum baru yang masih bisa dinikmati hingga sekarang.

Minum teh masyarakat Cina di pagi hari yang disebut "Yum Cha" ini, kini telah berevolusi menjadi pilihan bersantap yang umum dilakukan di berbagai negara yang terkenal yaitu dim sum. Dim Sum memiliki arti harafiah yaitu, "point of heart" yang bisa diartikan juga sebagai jantung kehidupan. Secara harafiah ini beehubungan karena dimsum biasa dimakan bersama orang-orang terkasih.

Setiap orang memiliki prioritas dalam hidupnya, ada yang merasa bahwa pekerjaan kantor atau jam kuliah adalah lebih penting bila dibandingkan dengan sekedar minum teh bersama sahabat ataupun keluarga. Tanpa disadari, kesibukkan tersebut membawa mereka menjadi jauh satu dengan yang lain, menjadi lebih individualis seolah tidak memiliki waktu untuk berbincang bahkan bertemu sekalipun. Tradisi Yum Cha dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi mereka yang selalu ingin menyediakan waktu bersama orang yang spesial. Kebersamaan akan menjadi lebih indah bila didasari akan suatu kepercayaan akan tradisi yang dimiliki bersama.