Kopi Susu Sungai Jakarta

Sunday, 13 August 2017 | Chessy Angelina

Share:

Wajah sungai ibu kota kini tampak berbeda dari sebelumnya. Kini keberadaaan pasukan orange meninggalkan kesan yang tidak dapat dilupakan oleh masyarakat Jakarta. Tahu kah kamu kalau Jakarta dilewati oleh 13 sungai? Bukan kah angka 13 merupakan angka sial? Inikah kutukan Kopi susu sungai Jakarta? Layaknya sebuah kopi hitam,dahulu perairan sungai di Ibu Kota begitu memikat mata,bukan Karena kelokannya melainkan karena sorotan mata masyarakat yang lewat akan terpaku pada tumpukan sampah dan aromanya yang menyengat,hitam pekatnya warna perairan sungai kota Jakarta seharusnya membuat masyarakat sadar dan peduli. Namun hal ini tidak mendapat tanggapan baik dari masyarakat. Sekarang pasukan orange mengubah sungai yang dulu berwarna hitam, berbau, dan dipenuhi banyak sampah untuk perlahan-lahan mulai dibenahi sehingga tidak meninggalkan kesan kotor dan kumuh. Ada beberapa sungai yang paling terkenal di ibu kota, berikut ulasannya:

Kali Angke

Angke berasal dari dialek Hokkian, yang berarti Kali Merah. Kali ini saksi peristiwa pembantaian etnis Tionghoa oleh VOC, 9 Oktober 1740. Dulu, Kali Angke sangat kotor. Sebab, selain sepanjang kali banyak sampah dan lumpurnya juga sudah sangat tebal hingga membuat kali jadi tampak kumuh. Tapi, sudah lebih dari tiga tahun ini terhitung sejak tahun kepemimpinan Bapak Basuki Tjahja Purnama, sungai ini selalu bersih dan airnya juga terlihat bening.

Kali Pesanggrahan

Sungai ini mengalir dari Bogor ke Depok dan berakhir di Banten. Data tahun 2005, 55% Sub-Daerah Aliran Sungai ini telah ditempati oleh perumahan. Air Kali Pesanggrahan tampak berwarna cokelat. Dari samping kali tersebut, ada got penuh sampah yang airnya mengalir ke dalam kali. Selain itu, tanah di samping air kali pun tampak dikotori sampah dan tumbuhan liar. Bau sampah dan bau pesing sesekali tercium di sekitar kali. Dinding-dinding kali tersebut juga tampak kotor berwarna kecokelatan. Kini penampakan dari kali pesanggrahan sudah berubah.

Kali Krukut

Mengalir dari Citayam sampai Glodok sejauh 40km. Dulu Kali Krukut sungai yang bersih dan menjadi tujuan wisata di bawah pemerintahan Belanda. Kali krukut tak lagi sama seperti dahulu kini, air sungai tak lagi jernih, ikan-ikan tak lagi ada. Yang ada hanyalah tumpukan sampah yang terbawa aliran air dari hulu.

Kali Grogol

Sungai ini pecahan dari Krukut yang lebih kecil. Tahun 2014, 58 kepala keluarga direlokasi dari bantaran kali supaya mengurangi risiko banjir. Dahulu sungai grogol atau biasa disebut orang banyak kali grogol yang membentang panjang dari Bogor melewati beberapa kecamatan diwilayah kota Depok menuju teluk Jakarta merupakan sarana yang begitu penting bagi kehidupan masyarakat disekitar bantarannya, masyarakat biasa menggunakan atau memanfaatkannya bukan hanya sebagai pengairan sawah tetapi juga sebagai sarana mandi dan cuci. Kini kali grogol telah berubah menjadi sarana pembuangan limbah rumah tangga dan sampah yang praktis dan murah tanpa harus memperdulikan dampak yang akan terjadi dimasa mendatang, dengan kata lain faktanya sekarang adalah kali grogol mengalami pencemaran limbah rumah tangga, sampah yang menggunung dikedua sisi bantarannya, penyempitan sungai, dan pendangkalan sungai.

Kali Baru Barat

Sekarang tiap hari, kali dari wilayah Jagakarsa ini selalu dibersihkan Dinas Kebersihan, mulai dari jam 07.00 hingga 15.00. air di kali yang lebarnya sekitar 3 meter itu tampak bening. Tinggi air hanya mencapai mata kaki orang dewasa. Namun, jika musim hujan tiba, ketinggian air disebut bisa mencapai 1 meter.

Kali Ciliwung

Sejak abad ke-17, Kali Ciliwung memegang peranan penting di segala aspek kehidupan warga Jakarta. Meski sekarang dikambinghitamkan ketika banjir. pasalnya, Sungai Ciliwung yang menjadi “pantat” ribuan rumah tangga di Jakarta ini justru dijadikan tempat untuk buang air besar dan mandi. Jadi, bisa dibayangkan betapa berbahaya mencuci peralatan dapur dan peralatan makan di sungai yang sudah terkontaminasi ini. Kenyataan ini bukan tidak disadari oleh warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung. Namun, bagi warga miskin perkotaan, tindakan tadi terpaksa dilakukan karena mahalnya harga air bersih. Sekarang ini justru berkat kinerja para pasuka orange,sungai ciliwing kembali bersih dan tidak lagi menyebabkan banjir.

Kali Baru Timur

Kali ini bermuara langsung ke ke-perairan Tanjung Priok. Bau sungai ini jelas tidak enak karena tercampur oleh sampah rumah tangga, limbah, dan air laut.

Kali Cipinang

Tahun 2015, ada gundukan sampah berumur 30 tahun yang telah diangkat. Sampah itu setinggi 6m dan menyempitkan aliran sungai.

Kali Sunter

Dibandingkan kali lainnya, Kali Sunter sangat padat oleh pemukiman. Ini yang jadi penyebab utama banjir di wilayah Timur. Sebab itu Kali Sunter dinormalisasi.

Kali Buaran

Warga sempat meminta Pemda untuk mengeruk lumpur yang mengendap di dasar sungai. Sebab kedalaman sungai jadi berkurang dan mudah meluap.

Kali Jati Kramat

Seperti kali lainnya, Kali Jati Kramat sedang dalam tahap normalisasi. Lalu menyambung sampai ke Kanal Banjir Timur [KBT] agar mengurangi banjir.

Kali Cakung

Pada 7 Februari 2016, seorang warga tewas karena Kali Cakung meluap dan menjebol tembok rumahnya. Korban tewas saat berusaha dilarikan ke rumah sakit.

Kali Malang

Mencakup Jakarta sampai Bekasi. Kali Malang dipakai untuk menyuplai air PAM pada warga. Selain sering banjir, kawasan ini juga rawan kemacetan.

Mari kita terus bantu pemerintah dan pasukan orange dengan menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan sekitar kita. Kita ciptakan kali yang bersih bak susu yang mempercantik pemandangan di Jakarta.