Tradisi Hari Ulang Tahun dalam Budaya Tionghoa

Tuesday, 15 August 2017 | Jevica

Share:

Setiap tahun, semua orang di belahan bumi pasti akan merayakan hari ulang tahunnya, yaitu bertepatan pada tanggal dan bulan saat ia lahir. Lantas apa yang unik dengan perayaan ulang tahun tradisi Tionghoa?

Biasanya, hari ulang tahun yang diperingati masyarakat Tionghoa bisa berbeda setiap tahunnya. Walaupun terdengar aneh, namun bukan berarti tanggal lahirnya menjadi berubah-berubah loh. Sebagian etnis Tionghoa masih menandai tanggal lahirnya berdasarkan penanggalan kalender lunar Tionghoa. Mungkin terdengar asing, namun kalender lunar inilah yang digunakan oleh nenek moyang Tiongkok sejak ribuan tahun yang lalu. Seperti halnya kalender masehi yang biasa kita gunakan, kalender lunar juga terdiri dari 12 bulan namun tiap bulan hanya terdiri dari 29-30 hari. Setiap tanggal 1 bulan 1 kalender lunar inilah yang biasanya diperingati sebagai Tahun Baru Imlek. Itulah mengapa hari ulang tahun berdasarkan penanggalan Tionghoa berbeda-beda tiap tahunnya jika dikaitkan dengan tanggal masehi. Walaupun begitu, sekarang ini banyak masyarakat Tionghoa yang sudah tidak mengikuti kalender lunar lagi.

Yang tidak kalah uniknya, masyarakat Tionghoa menghitung usia seseorang sejak masih dalam kandungan, sehingga saat bayi baru lahir ia dianggap sudah berusia 1 tahun, dan seterusnya setiap tahun akan lebih 1 tahun daripada perhitungan usia kita biasanya. Tidak perlu pesta yang meriah, namun ada beberapa hidangan yang wajib ada saat memperingati hari ulang tahun berdasarkan tradisi Tionghoa, apa sajakah itu?

Telur Merah

Telur merah bukan telur yang dalamnya berwarna merah, tapi telur biasa yang direbus dan diberi pewarna merah pada cangkangnya. Warna merah selalu identik dengan kebahagiaan, sehingga telur merah di hari ulang tahun merupakan ungkapan meriah dan sukacita memperingati bertambahnya umur seseorang. Bagi siapapun yang turut memakan telur merah ini, diharapkan kebahagiaan pun akan menyertainya.

Mie Panjang Umur

Mie memiliki bentuk yang panjang dan tidak putus-putus sehingga memakan mie di hari ulang tahun menyimbolkan panjang umur dan kesejahteraan/ hoki yang tidak pernah putus juga. Biasanya ada yang menghidangkan mie dengan digoreng atau dimasak dengan kuah, yang penting makannya jangan sampai putus sebelum sampai di mulut ya!

Roti/ Kue Persik

Namanya mungkin terdengar seperti roti yang terbuat dari buah persik, namun sebenarnya roti ini adalah bakpau isi kacang merah yang dibentuk menyerupai buah persik dan diberi sentuhan sedikit warna merah muda dan cap bermotif daun. Roti yang satu ini biasanya ada pada perayaan ulang tahun orang yang sudah berumur dan memiliki arti keabadian dan panjang umur.

Selain makanan, ada beberapa tradisi perayaan ulang tahun budaya Tionghoa juga yang masih diyakini hingga saat ini, seperti larangan memberi jam tangan sebagai kado ulang tahun karena dianggap sebagai simbol kematian, atau larangan memberikan sepatu kepada orang yang disayangi karena dipercaya bahwa nantinya orang tersebut akan kabur dengan sepatu tersebut. Ada juga yang tidak mau memberikan payung sebagai hadiah karena kata payung dalam Bahasa Mandarin terdengar seperti arti kata memisahkan. Namun semua itu kembali lagi kepada keyakinan masing-masing orang dan juga tradisi turun-temurun dari keluarga.

Nah begitulah kira-kira bagaimana tradisi Tionghoa dalam merayakan hari ulang tahunnya. Kalau tradisi di rumah kamu apakah seperti itu juga?