Berbakti dan Menghormati Orang Tua

Sunday, 13 August 2017 | Rosaline Oscar

Share:

Budaya atau adat istiadat dapat berupa tindakan yang telah dilakukan secara turun temurun dan menjadi sebuah kebiasaan bagi kelompok masyarakat tersebut. Setiap bangsa, golongan, suku, atau penduduk setempat sebuah daerah tentu memiliki budayanya sendiri, tidak terkecuali masyarakat keturunan Tionghoa yang berada di Indonesia. Tinggal di negara yang terdiri dari beragam suku membuat seseorang akan mengikuti kebudayaan yang dianut oleh lingkungan setempatnya. Ditambah, apabila orang tersebut merupakan keturunan Tionghoa, ia akan menganut nilai-nilai kebudayaan Tionghoa yang diajarkan di keluarganya.

Kebudayaan Tionghoa yang dimaksud tidak hanya sebatas merayakan festival atau hari raya seperti imlek, festival kue bulan, festival perahu naga, dan sebagainya tetapi juga nilai-nilai kebudayaan yang dimiliki oleh individu. Nilai-nilai tersebut antara lain tepat waktu, sopan santun, dan yang menjadi salah satu nilai penting dalam budaya ini adalah berbakti kepada orangtua serta menghormati orang yang lebih tua.

Wujud menghormati orang yang lebih tua secara umum sudah termasuk ke dalam etika berperilaku, seperti memprioritaskan orang yang lebih tua. Apabila orang muda Tionghoa duduk satu meja dengan orang yang lebih tua darinya, maka ia akan mempersilakan orang yang lebih tua untuk mengambil makanan yang ada di meja, atau ia akan mengambilkan makanan tersebut untuk orang yang lebih tua terlebih dahulu.

Berbagai tindakan baik yang disadari maupun tidak, seringkali dilakukan oleh orang keturunan Tionghoa dalam menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Contoh sederhananya adalah memanggil orang yang lebih tua ketika bertemu atau masuk ke ruangan. Sapaan yang dilontarkan biasanya merupakan panggilan atau ‘pangkat’ dalam keluarga, misalnya memanggil popo, kung-kung, jiu-jiu, dan sebagainya. Adanya keberagaman panggilan khusus dalam keluarga dapat dianggap menjadi bukti bahwa sejak zaman dahulu, orang Tionghoa telah melakukan tradisi ini dan menetapkan panggilan secara spesifik. Misalnya, panggilan untuk kakak perempuan dari ayah dan ibu berbeda, begitu pula dengan panggilan kakak laki-laki atau adik laki-laki, serta orangtua dari ayah atau ibu.

Dalam kebudayaan Tionghoa, tradisi Cengbeng atau Qing Ming Jie bukanlah menjadi suatu hal yang baru. Hari dimana masyarakat Tionghoa berkunjung ke makam leluhurnya, mendoakan, serta membersihkan makam tersebut juga merupakan bentuk nyata dari menghomati orang yang lebih tua dalam budaya Tionghoa. Sementara itu, dalam tradisi pernikahan budaya Tionghoa, pengantin pria dan wanita menunjukkan rasa hormat mereka kepada orangtua dan segenap keluarganya yang lebih tua pada saat tea pai.

Tindakan menghormati orang yang lebih tua sudah harus menjadi bagian dari kebiasaan apabila individu tersebut berbakti kepada orangtuanya. Proses belajar selalu dimulai dari hal-hal kecil dan dalam lingkup sehari-hari terlebih dahulu. Kita dapat belajar mulai menghormati orang-orang lain yang lebih tua dengan menghormati orangtua kita terlebih dahulu, juga sebagai bentuk dari berbakti kepada orangtua. Mengajak orangtua berbicara, menanyakan kabar, serta menghabiskan waktu luang bersama orangtua merupakan beberapa contoh tindakan sederhana yang menunjukkan kita berbakti kepada orangtua. Tidak sulit, bukan?